Asuhan Keperawatan KMB
STUDY KASUS
Seorang perempuan 35 tahun diantar keluarga ke RS pusat Infeksi, awal mula di rumah mengeluh mual dan muntah di rumah serta sakit perut, susah makan, setiap kali makan terasa mual bahkan sering disertai muntah, pasien patuh mengkonsumsi ARV, pasien terdiagnosa B20 sejak tahun 2009, pada tahun 2011 pasien rutin mengkonsumsi ARV, pernah mengkonsumsi OAT tahun 2011 dan pengobatannya tuntas. Saat di lakukan pengkajian awal di RS pasien mengeluh mual-mual muntah setiap kali makan. Nyeri perut, demam naik turun, nyeri kepala, tidak batuk ataupun pilek. Hasil pemeriksaan TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%. Pada tanggal tersebut pasien terdiagnosa B20 + dyspepsia syndrome dan dehidrasi cairan ringan. Pasien mendapat terapi IVFD RL 3 Flash, progesic 1x1, ondancentron 3x1, Magtral 3x1.
ANALISA DATA
1) Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Ds = pasien mengatakan susah makan.
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
2.) Mual
Ds = pasien mengatakan mengeluh mual dan muntah di rumah serta sakit perut, mengkonsumsi ARV,mengkonsumsi OAT
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
3.) Nyeri akut
Ds = pasien mengatakan Nyeri perut, nyeri kepala.
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
4.) Gangguan rasa nyaman
Ds = pasien mengatakan nyeri sehingga mengganggu rasa nyaman
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
2.) Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah.
3.) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
4.) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman.
INTERVENSI
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status cairan elektrolit dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status monitor nutrisi dengan indikator : monitor nutrisi dari skala 2 ke 3, monitor nutrisi dari skala 3 ke 4, monitor nutrisi dari skala 4 ke 5.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam, didapatkan status monitor cairan dengan indikator : asupan cairan intravena dari skala 2 ke 3, asupan cairan intravena dari skala 3 ke 4.
4) setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dari skala 2 ke 3 , suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dari skala 4 ke 5.
5) setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan status manajemen energy dengan indikator : daya tahan dari skala 3 ke 4, daya tahan dari skala 4 ke 5.
2. Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam, didapatkan status manajemen muntah dengan indikator : penurunan berat badan dari skala 3 ke 4, penurunan berat badan dari skala 4 ke 5
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status manajemen elektrolit dan cairan dengan indikator : turgor kulit dari skala 2 ke 3, turgor kulit dari skala 3 ke 4, turgor kulit dari skala 4 ke 5.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status pemasangan infus dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
6) Setelah dilakukan tindakan askep salama 1x24 jam, didapatkan status pengurangan kecemasan dengan indikator : mengurangi penyebab kecemasan dari skala 4 ke 5.
7) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status monitor nutrisi dengan indikator : monitor nutrisi dari skala 2 ke 3, monitor nutrisi dari skala 3 ke 4, monitor nutrisi dari skala 4 ke 5.
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam di dapatkan status pemberian obat intravena dengan indikator : mengelola dosis dengan benar dari skala 3 ke 4, mengelola dosis dengan benar dari 4 ke 5.
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan koping dengan indikator : menyatakan butuh bantuan dari skala 3 ke 4.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status dukungan emosional dengan indikator : pengendalian rangsangan dari skala 4 ke 5.
4) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status manajemen lingkungan dengan indikator : lingkungan yang damai dari skala 4 ke 5.
5) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan tidur dengan indikator : kualitas istirahat dari skala 4 ke 5.
6) setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dari skala 2 ke 3, suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dari skala 4 ke 5.
4. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 didapatkan status dukungan spiritual dengan indikator : kesejahteraan psikologis dari skala 3 ke 4, kesejahteraan psikologis dari skala 4 ke 5.
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 didapatkan status peningkatan sistem dukungan dengan indikator : anggota keluarga memberikan dorongan kepada anggota keluarga yang sakit dari skala 3 ke 4.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 didapatkan status managemen nyeri dengan indikator : mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri dari skala 3 ke 4 , mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri dari skala 4 ke 5.
4) Setelah dilakukan tindakan askep salama 1x24 jam, didapatkan status pengurangan kecemasan dengan indikator : mengurangi penyebab kecemasan dari skala 4 ke 5.
5) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan tidur dengan indikator : kualitas istirahat dari skala 4 ke 5.
IMPLEMENTASI
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
a.)Pemasangan infus
b.)Monitor nutrisi
c.)Monitor cairan
d.) monitor tanda – tanda vital
e.)) Manajemen energy
2. Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah
a)Manajemen muntah
b) manajemen elektrolit dan cairan
c) pemasangan infus
c) pengurangan kecemasan
d) monitor nutrisi
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
a) Pemberian obat intravena
b) Peningkatan koping
c) dukungan emosional
d) manajemen lingkungan
e) peningkatan tidur
f) monitor tanda – tanda vital
4. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman
1) Dukungan spiritual
2) Peningkatan sistem dukungan.
3) Managemen nyeri
4) pengurangan kecemasan
5) peningkatan tidur
IMPLEMENTASI
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter & Perry, 1997).
EVALUASI
Evaluasi adalah perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilaukan dengan cara bersinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya.
Seorang perempuan 35 tahun diantar keluarga ke RS pusat Infeksi, awal mula di rumah mengeluh mual dan muntah di rumah serta sakit perut, susah makan, setiap kali makan terasa mual bahkan sering disertai muntah, pasien patuh mengkonsumsi ARV, pasien terdiagnosa B20 sejak tahun 2009, pada tahun 2011 pasien rutin mengkonsumsi ARV, pernah mengkonsumsi OAT tahun 2011 dan pengobatannya tuntas. Saat di lakukan pengkajian awal di RS pasien mengeluh mual-mual muntah setiap kali makan. Nyeri perut, demam naik turun, nyeri kepala, tidak batuk ataupun pilek. Hasil pemeriksaan TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%. Pada tanggal tersebut pasien terdiagnosa B20 + dyspepsia syndrome dan dehidrasi cairan ringan. Pasien mendapat terapi IVFD RL 3 Flash, progesic 1x1, ondancentron 3x1, Magtral 3x1.
ANALISA DATA
1) Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Ds = pasien mengatakan susah makan.
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
2.) Mual
Ds = pasien mengatakan mengeluh mual dan muntah di rumah serta sakit perut, mengkonsumsi ARV,mengkonsumsi OAT
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
3.) Nyeri akut
Ds = pasien mengatakan Nyeri perut, nyeri kepala.
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
4.) Gangguan rasa nyaman
Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
2.) Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah.
3.) Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
4.) Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman.
INTERVENSI
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status cairan elektrolit dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status monitor nutrisi dengan indikator : monitor nutrisi dari skala 2 ke 3, monitor nutrisi dari skala 3 ke 4, monitor nutrisi dari skala 4 ke 5.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam, didapatkan status monitor cairan dengan indikator : asupan cairan intravena dari skala 2 ke 3, asupan cairan intravena dari skala 3 ke 4.
4) setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dari skala 2 ke 3 , suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dari skala 4 ke 5.
5) setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan status manajemen energy dengan indikator : daya tahan dari skala 3 ke 4, daya tahan dari skala 4 ke 5.
2. Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam, didapatkan status manajemen muntah dengan indikator : penurunan berat badan dari skala 3 ke 4, penurunan berat badan dari skala 4 ke 5
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status manajemen elektrolit dan cairan dengan indikator : turgor kulit dari skala 2 ke 3, turgor kulit dari skala 3 ke 4, turgor kulit dari skala 4 ke 5.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status pemasangan infus dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
6) Setelah dilakukan tindakan askep salama 1x24 jam, didapatkan status pengurangan kecemasan dengan indikator : mengurangi penyebab kecemasan dari skala 4 ke 5.
7) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status monitor nutrisi dengan indikator : monitor nutrisi dari skala 2 ke 3, monitor nutrisi dari skala 3 ke 4, monitor nutrisi dari skala 4 ke 5.
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam di dapatkan status pemberian obat intravena dengan indikator : mengelola dosis dengan benar dari skala 3 ke 4, mengelola dosis dengan benar dari 4 ke 5.
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan koping dengan indikator : menyatakan butuh bantuan dari skala 3 ke 4.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status dukungan emosional dengan indikator : pengendalian rangsangan dari skala 4 ke 5.
4) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status manajemen lingkungan dengan indikator : lingkungan yang damai dari skala 4 ke 5.
5) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan tidur dengan indikator : kualitas istirahat dari skala 4 ke 5.
6) setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dari skala 2 ke 3, suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dari skala 4 ke 5.
4. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman.
1) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 didapatkan status dukungan spiritual dengan indikator : kesejahteraan psikologis dari skala 3 ke 4, kesejahteraan psikologis dari skala 4 ke 5.
2) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 didapatkan status peningkatan sistem dukungan dengan indikator : anggota keluarga memberikan dorongan kepada anggota keluarga yang sakit dari skala 3 ke 4.
3) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 didapatkan status managemen nyeri dengan indikator : mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri dari skala 3 ke 4 , mengambil tindakan untuk mengurangi nyeri dari skala 4 ke 5.
4) Setelah dilakukan tindakan askep salama 1x24 jam, didapatkan status pengurangan kecemasan dengan indikator : mengurangi penyebab kecemasan dari skala 4 ke 5.
5) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan tidur dengan indikator : kualitas istirahat dari skala 4 ke 5.
IMPLEMENTASI
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kurang asupan makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
a.)Pemasangan infus
b.)Monitor nutrisi
c.)Monitor cairan
d.) monitor tanda – tanda vital
e.)) Manajemen energy
2. Mual berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh sensasi muntah
a)Manajemen muntah
b) manajemen elektrolit dan cairan
c) pemasangan infus
c) pengurangan kecemasan
d) monitor nutrisi
3. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis : infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (mis anggota keluarga, pemberi asupan).
a) Pemberian obat intravena
b) Peningkatan koping
c) dukungan emosional
d) manajemen lingkungan
e) peningkatan tidur
f) monitor tanda – tanda vital
4. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan program pengobatan yang dibuktikan oleh merasa tidak nyaman
1) Dukungan spiritual
2) Peningkatan sistem dukungan.
3) Managemen nyeri
4) pengurangan kecemasan
5) peningkatan tidur
IMPLEMENTASI
Implementasi keperawatan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien dari masalah status kesehatan yang dihadapi kestatus kesehatan yang lebih baik yang menggambarkan kriteria hasil yang diharapkan (Gordon, 1994, dalam Potter & Perry, 1997).
EVALUASI
Evaluasi adalah perbandingan yang sistematik dan terencana tentang kesehatan klien dengan tujuan yang telah ditetapkan, dilaukan dengan cara bersinambungan dengan melibatkan klien dan tenaga kesehatan lainnya.
Komentar
Posting Komentar