Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Asuhan Keperawatan pada Gangguan Diri

Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Konsep Diri 1. Pengkajian Keperawatan Pengkajian terhadap masalah konsep diri berfokus pada lima komponen konsep diri, yaitu citra tubuh, ideal diri, harga diri dan penampilan peran. Perawat perlu mengidentifiikasi berbagai aspek yang mempengaruhi konsep diri pasien, misalnya pola konsep diri, pola berhubungan atau peran, pola reproduksi, koping terhadap stres, serta terrdapatnya tanda-tanda ke arah perubahan fisik. (Sunaryo. 2004) 2. Diagnosis Keperawatan Secara umum, diagnosis keperawatan yang berkaitan langsung dengan konsep diri adalah: a. Gangguan citra tubuh, berhubungan dengan: • Perubahan fisik atau penampilan, misalnya akibat kehilangan anggota tubuh   kehilangan anggota tubuh, kehilangan fungsi tubuh,  penyakit kronis, pembedahan, kemoterapi, hospitalisasi, dan penuaan. • Persepsi yang tidak realistis tantang penampilan, misalnya pada penderita bulimia, anoreksia nervosa, dan psikosis. • Trauma fisik, misalnya ...

Asuhan Keperawatan dengan Masalah Abdomen

DIAGNOSA KEPERAWATAN a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang dibuktikan oleh nyeri abdomen. b. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis :infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (misanggotakeluarga, pemberiasupan). c. Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kebutuhan cairan. d. Hipertermia berhubungan dengan  penyakit yang dibuktikan oleh gelisah. INTERVENSI 1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan. a.)    Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status cairan elektrolit dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2,  pemberian infus dari skala 2 ke 4 b) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan stat...

Asuhan Keperawatan KMB

STUDY KASUS Seorang perempuan 35 tahun diantar keluarga ke RS pusat Infeksi, awal mula di rumah mengeluh mual dan muntah di rumah serta sakit perut, susah makan, setiap kali makan terasa mual bahkan sering disertai muntah, pasien patuh mengkonsumsi ARV, pasien terdiagnosa B20 sejak tahun 2009, pada tahun 2011 pasien rutin mengkonsumsi ARV, pernah mengkonsumsi OAT tahun 2011 dan pengobatannya tuntas. Saat di lakukan pengkajian awal di RS pasien mengeluh mual-mual muntah setiap kali makan. Nyeri perut, demam naik turun, nyeri kepala, tidak batuk ataupun pilek. Hasil pemeriksaan TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/menit, RR = 12 x/menit, S = 37,3⁰ dan saturasi oksigen 99%. Pada tanggal tersebut pasien terdiagnosa B20 + dyspepsia syndrome dan dehidrasi cairan ringan. Pasien mendapat terapi IVFD RL 3 Flash, progesic 1x1, ondancentron 3x1, Magtral 3x1.   ANALISA DATA 1) Ketidak seimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. Ds = pasien mengatakan susah makan. Do= TD = 85/45 mmHg , N = 77 x/...

Studi Kasus Asuhan Keperawatan

ANALISA KASUS Tn. Y 40 tahun suku Padang dan Madura, tinggal bersama istri dan kedua orang anaknya di Madura. Pendidikan terakhir  klien adalah SMA. Klien bekerja di pabrik. Istri klien bernama Ny. E berusia 38 tahun, pendidikan S1. Istri klien seorang pegawai, beragama islam. Tn. Y diantarkan oleh istri dan anaknya ke rumah sakit Harapan Kita dengan keluhan nyeri pada tulang keringnya. Tn. Y mengatakan nyerinya hilang–timbul akibat terjatuh dari pohon keramat didesanya, kemudian menurut kepercayaan orang sekitar terjatuh akibat didorong oleh penunggu pohon keramat tersebut. Menurut cerita yang dikatakan Tn. Y, saat jatuh langsung dibawa ke dukun, lalu dipijit menggunakan batang sereh yang dibakar dan dibacakan doa-doa, Tn. Y mengatakan dilarang mengkonsumsi makanan seperti ikan, daging dan telur. Namun masih tampak lemah, lesu dan tampak kesakitan, pada saat diberikan perkes Tn. Y masih terlihat kebingungan. Setelah dilakukan pemeriksaan melalui rontgen, pada hasil rontgen terl...

Asuhan Keperawatan Sosial Budaya

ANALISA KASUS Seorang bayi laki – laki, usia 14 hari, suku Madura, beragama Islam dibawa orang tua ke Politumbuh kembang  untuk periksa tumbuh kembang. Orang tua pasien mengatakan berat badan (BB) bayi menurun. Hasil pengkajian didapatkan BB bayi  2500 gram (BB lahir 3100 gram), terlihat kurus, rewel, menangis lemah. Ibu pasien mengatakan mereka tinggal bersama keluarga besar suami dan merawat bersama bayi. Bayi tidak mendapatkan kolostrum karena nenek pasien mengatakan bahwa air susu ibu(ASI) yang berwarna kuning  itu adalah  ASI basi. Pasien sering menangis dan di persepsikan bahwa pasien lapar. Nenek menyarankan untuk di suap nasi lembek dan pisang tetapi ibu pasien menolak sehingga menimbulkan konflik. PENGKAJIAN Identitas Pasien Nama pasien : By “A” Usia : 14 Hari Agama         : Islam Jenis kelamin : Laki-laki Pekerjaan : - Suku : Madura Bangsa         : Indonsia   Identitas Penanggung Jawab ...