Asuhan Keperawatan dengan Masalah Abdomen
DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang dibuktikan oleh nyeri abdomen.
b. Nyeri akut berhubungan dengan agen cedera biologis (mis :infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahan aktivitas (misanggotakeluarga, pemberiasupan).
c. Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kebutuhan cairan.
d. Hipertermia berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan oleh gelisah.
INTERVENSI
1 Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
a.) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status cairan elektrolit dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
b) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam, di dapatkan status monitor nutrisi dengan indikator : monitor nutrisi dari skala 2 ke 3, monitor nutrisi dari skala 3 ke 4, monitor nutrisi dari skala 4 ke 5.
c) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam, didapatkan status monitor cairan dengan indikator : asupan cairan intravena dari skala 2 ke 3, asupan cairan intravena dari skala 3 ke 4.
d) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dariskala 2 ke 3 , suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dariskala 4 ke 5.
e) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan status manajemen energy dengan indikator : daya tahan dariskala 3 ke 4, daya tahan dari skala 4 ke 5.
2 Nyeri akut berhubungan dengan agen cederabiologis (mis :infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahanaktivitas (mis. anggota keluarga, pemberi asupan).
a) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam di dapatkan status pemberian obat intravena dengan indikator : mengelola dosis dengan benar dari skala 3 ke 4, mengelola dosis dengan benar dari 4 ke 5.
b) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan koping dengan indikator : menyatakan butuh bantuan dari skala 3 ke 4.
c) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status dukungan emosional dengan indikator :
Pengendalian rangsangan dariskala 4 ke 5.
d) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status manajemen lingkungan dengan indikator:
lingkungan yang damaidariskala 4 ke 5.
e) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status peningkatan tidur dengan indikator : kualitas isttirahat dari skala 4 ke 5.
f) setelah dilakukan tndakan askep selama3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dari skala 2 ke 3, suhu tubuh dari 3 ke 4, suhu tubuh dari skala 4 ke 5.
3. Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kebutuhan cairan
a) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam di dapatkan status menejemen cairan dengan indikator:keseimbangan intake dan output dalam 24 jam dari skala 4 ke 5
b) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam,didapatkan status cairan elektrolit dengan indikator: pemberian infus dari skala 1 ke 2, pemberian infus dari skala 2 ke 4
c) Setelah dilakukan tindakan askep selama 3x24 jam di dapatkan status monitor tanda – tanda vital dengan indikator : suhu tubuh dariskala 2 ke 3 , suhu tubuh dari 3 ke 4, suhutubuhdariskala 4 ke 5.
d) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x2 jam didapatkan status menejemen pengobatan dengan indikator:mengelola dosis dengan benar dari skala 4 ke 5
e) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan status menejemen nutrisi dengan indikator:asupan cairan dari skala 3 ke 4, asupan cairan dari skala 4 ke 5
4. Hipertermia berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan oleh gelisah
a) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan status kontrol infeksi dengan indikator:tindak lanjut untuk infeksi yang terdiagnosis dari skala 3 ke 4,tindak lanjut untuk infeksi yang terdiagnosis dari skala 4 ke 5
b) Setelah dilakukan tindakan askep selama 1x24 jam didapatkan status menejemen pengobatan dengan indikator:mengelola dosis denan benar dari skala 4 ke 5
c) Setelah dlakukan tindakan askep selama 3x24 jam didapatkan status monitor tanda-tanda vital dengan indikator:suhu tubuh dari skala 2 ke 3,suhu tubuh dari skala 3 ke 4,suhu tubuh dari skala 4 ke 5
d) Setelah dilakukan tindakan askep selama 2x24 jam didapatkan ststus menejemen cairan dengan indikator:turgor kulit dari skala 3 ke 4, turgor kulit dari skala 4 ke 5
e) Setelah dilakukan tindakan skep selama 2x24 jam didapatkan status menejemen lingkungan dengan indikator:suhu ruangan dari skala 3 ke 4, suhu ruangan dari skala 4 ke 4
IMPLEMENTASI
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan yang dibuktikan oleh ketidakmampuan memakan makanan.
a) Pemasangan infus
b) Monitor nutrisi
c) Monitor cairan
d) Monitor tanda – tanda vital
e) Manajemen energy
2. Nyeri akut berhubungan dengan agen cederabiologis (mis :infeksi, iskemia, neoplasma) yang dibuktikan oleh laporan tentang perilaku nyeri atau perubahanaktivitas (mis. anggota keluarga, pemberi asupan).
a) Pemberian obat intravena
b) Peningkatan koping
c) dukungan emosional
d) manajemen lingkungan
e) peningkatan tidur
f) monitor tanda – tanda vital
3. Resiko defisit volume cairan berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang kebutuhan cairan
a) Manajemen cairan
b) Pemasangan infus
c) Monitor tanda-tanda vital
d) Manajemen pengobatan
e) Manajemen nutrisi
4. Hipertermia berhubungan dengan penyakit yang dibuktikan oleh gelisah
a) Konrol infeksi
b) Menejemen pengobatan
c) Monitor tanda-tanda vita;
d) Menejemen cairan
e) Menejemen lingkungan
Komentar
Posting Komentar